Welcome on my "memory" blog

Ini semua tentang saya dan perasaan saya,,

Kamis, 14 Maret 2013

Kamu, Kamu, dan Kamu

Ntah apa yang bergelayut dipikiran saya beberapa hari ini. Faktanya saya jadi susah tidur dan kemarin, sesenggukan airmata saya bercucuran. Dan kantor adalh tempat yang pas bagi saya untuk menyendri. Memikirkan sesuatu yang mengganjal hati saya. Ntahlah, tapi saya sempat mencecar bebrapa pertanyaan kepada pacar saya ttg hal2 yang mungkin bagi dia tidak penting namun penting bagi saya. MANTAN. Saya ingin tahu sebrapa jauh dia sudah melupakan sang mantan. Saya benci dengan masa lalunya. SAYA CEMBURU. Dan mulai sekarang saya tidak akan mengijinkan siapaun untuk masuk dikehidupan dia, dikehhidupan saya, dikehidupan kami, karna saya ingin hanya ada saya dan dia. Dan anak2 kami kelak jika sudah menikah tentunya. Kemarin siang, ntah apa yang terjadi, pikiran saya melayang2 jauh tak karuan. Menyimpan berjuuta tanya tentang apapun. Apapun tentang dia. Saya hanya ingin tak ada yang disembunyikan dr dia pada saya, saya hanya ingin kejujuran setiap apa yang dia katankan kepada saya, saya hanya ingin keterbukaan dari dia, saya hanya ingin memastikan bahwa sayalah pemilik hatinya. Seutuhnya. Hanya saya. Sorenya saya dijemput olehnya. Masih belum bisa tersenyum dengan lepas. Masih melayang angan saya. Saya melemas. Trlihat pucat. Akhirnya dia ajak saya untuk makan Mie Aceh ( salah satu kuliner favorit kami . Setelah makan, sedikit cair suasana. Saya berusaha menyembunyikan kegundahan saya. Betul2 saya sembunyikan. Seiring berjalannya waktu, saya diantar pulang olehnya. Motor saya, saya tinggal dikantor. Sehingga saya pulang dibonceng olehnya. Selama perjalanan, hati saya mulai lumer dengan sikap2 yang dia tunjukkan kepada saya. Kata2nya yang biasa, namun itulah dia, seakan mengisyaratkan bahwa sayalah pemilik hatinya. Seutuhnya. Tak ada orang lain dihatinya keculai saya. Setelah selesai sholat maghrib, senyum saya kembali, nafas saya kembali, gairah saya kembali, dan jiwa saya sudah ada pada tempatnya. Kulingkarkan kedua tangan saya di perutnya dari belakang. Kudekap erat tubuhnya. Lanjut perjlanan menuju rumah saya. Sampai rumah, waktu sudah menunjukkan habis adzan isya. Setelah bebrapa menit mengobrol dengan bapak saya, kembali hanya ada saya dan dia. Awalnya masih mengobrol biasa. Bercanda2, bergurau, dan saya suka dengan tawanya, dengan caranya bercanda, seolah saya adalah wanita sempurna baginya. Hingga akhirnya, kami saling merapatkan tempat duduk. Entah, seperti mendapat sengatan lluar biasa, hati saya bergetar setiap kali berada didekatnya. Dan ketika bahunya menopang kepalaku, atau dadanya sebagai sandaranku...disanalah saya merasa aman, saya merasa nyaman, saya merasa dilindungi, saya merasa dicintai, dan saya, bisa menumpahkan segala kegundahan yang sedari tadi siang menggelayuti pikiran dan hati saya. Saya melepaskan semua beban disana, saya terisak, sejadinya. Jutaan bulir airmata kuhempaskan begitu saja di dadanya. Di bajunya. Dan dihatinya lebih tepatnya. Dari sana pula saya bisa merasakan betapa tulusnya dia. Betapa halsnya dia. Betapa besarnya hatinya ketika menghadapi saya sedang marah, emosi tinggi, atau jutek. Tangannya lembut menyapu airmata saya. Suaranya lirih namun mampu merasuk hingga ke jiwa. Berkali2 dia membelai saya. Mengisyaratkan "aku akan selalu menjagamu sayank" dan saya benar2 tak mau lepas darinya. Semakin deras butiran airmata yang jatuh, semaki erat pula dia menggenggam saya. Menjanjikan bahwa dia hanya milik saya. Dan saya meleleh. Semua yang dia katakan, yang dia bisikkan seperti magic. Seolah menghipnotis saya, untuk selalu mengaguminya, mencintainya. Apapun yang dia lakukan juga seperti magic. Mampu meyakinkan saya bahwa sayalah satu2nya pemilik hatinya. Bahwa dia akan selalu mebahagiakan saya. Bahwa cintanya hanya untuk saya. Kini, apapun tentang dia, saya semakin cinta. Semakin kuat keyakinan saya bahwa laki2 inilah yang akan membahagiakan saya dunia akahirat. Dan seperti berikrar dalam hati, saya akan mengabdikan seluruh sisa hidup saya padanya. Berbakti padanya Lil la hi ta'ala. *)Mas Bayu, maafkan aku yang sll cemburu atau curiga padamu ya. Atau tentang pertengkaran2 kecil yang sering terjadi diantara kita. Tentang ketidaksabaran saya terhadap sesuatu. Atau tentang betapa manjanya saya jika ada kamu. Tapi ketahuilah, bahwa cintaku padamu lebih besar dari perasaan apapun. Love U mas Bayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar